Karya Tulis Ilmiah



PERKEMBANGAN KECERDASAN EMOSI MELALUI TERAPI BERMAIN (ASSOCIATIVE PLAY) PADA ANAK PRA SEKOLAH (5-6 TAHUN) DI TK LABORATORIUM UM MALANG

Prodi : POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEPERAWATAN
Pengarang : ALAMATUL MARDLIYAH
Dosen Pembimbing : Pembimbing : (utama) Wahyuningsri, S. Pd, M. Kes. (Pendamping) Rossyana Septyasih, SKp, M. Pd.
Klasifikasi/Subjek : , Usia Prasekolah, Kecerdasan Emosi, Terapi Bermain
Penerbitan : , Malang: 2013.
Bahasa : Indonesia
PENYIMPANAN
Lokasi : PUSAT-33-A-
Jumlah : 0

Abstraksi

ABSTRAK Perkembangan Kecerdasan Emosi Melalui Terapi Bermain (Associative Play) Pada Anak Prasekolah (5-6 tahun) di TK Laboratorium UM Malang. Alamatul Mardliyah (2013). Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus, Program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing : (utama) Wahyuningsri, S. Pd, M. Kes. (Pendamping) Rossyana Septyasih, SKp, M. Pd. Usia prasekolah sebagai masa bermain dapat menjadikan anak mengenal dunia, mampu mengembangkan kematangan dari fisik, emosional, dan mental sehingga akan membuat anak tumbuh menjadi anak yang kreatif, cerdas, dan penuh inovatif. Perhatian selama proses bermain pada anak juga penting terutama perkembangan mental dan emosional yang harus diarahkan agar sesuai dengan proses kematangan perkembangan. Apabila emosi tidak diarahkan dan distimulasi dengan tepat akan memunculkan masalah mental seperti stress dan depresi sehingga akan menghambat pertumbuhan dan perkembangan. Oleh karena itu, peneliti meneliti tentang perkembangan kecerdasan emosi yang di lihat melalui terapi bermain. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perkembangan kecerdasan emosi melalui terapi bermain (Associative Play) pada anak pra sekolah (5-6 tahun) di TK Laboratorium UM Malang. Metode penelitian Studi Kasus Deskriptif Observatif Partisipatif dengan menggunakan lembar observasi. Subjek penelitian dalam studi kasus ini berjumlah tiga orang responden. Hasil dari penelitian menunjukkan tidak ada perkembangan yang bermakna pada kecerdasan emosi pada responden hal ini ditunjukkan dengan rata-rata kecerdasan emosi melalui observasi tiga permainan pada An. R kurang (46,6%), An. B cukup (71%) dan An. S cukup (64,4%). Rekomendasi dari peneliti untuk peneliti selanjutnya diharapkan untuk meneliti faktor-faktor intrinsik dan ekstrinsik untuk mengetahui pengaruhnya terhadap perkembangan emosi anak saat bermain. Kata kunci : Usia Prasekolah, Kecerdasan Emosi, Terapi Bermain



Lampiran